JAKARTA – Muslimat NU PC Jakarta Pusat turut buka suara terkait beberapa kejadian sweeping tempat makan oleh oknum masyarakat yang viral di media sosial, pihaknya menyesalkan masih ada kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan mengarah pada tindakan main hakim sendiri.
“Masyarakat muslim yang menjalankan ibadah puasa seyogyanya bisa menghormati masyarakat lainnya yang tidak berpuasa, bukan hanya non muslim, masyarakat muslim pun ada yang tidak berpuasa seperti perempuan yang berhalangan, musafir atau sakit, jadi sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menghargai.” ujar Sekretaris PC Muslimat NU Wafa Patria.
Pihaknya secara tegas menolak gerakan sweeping karena justru tidak mencerminkan adab sebagai masyarakat muslim yang sedang berpuasa.
“Sejatinya puasa adalah waktunya kita menahan amarah dan memperbaiki hubungan sesama manusia dengan memperbesar toleransi. Tindakan sweeping di bulan ramadhan jelas bertolak belakang dengan semangat tersebut, terlebih disertai dengan pengrusakan terhadap tempat makan yang kemudian merugikan masyarakat pemilik warung bahkan memicu polemik di masyarakat.” bebernya.
Ia mengimbau bahwa hal tersebut harusnya bisa dengan menegur secara baik apabila memang ada kesalahan atau dirasa tidak pas dalam hal operasional warung makan selama bulan Ramadhan.
“Tetapi kita tidak berhak untuk mengambil tindakan apapun, biarkan pihak yang berwenang mengambil tindakan apabila ada kesalahan.” ujarnya.
Kedepan pihaknya berharap agar bisa lebih bijaksana dalam bertindak dan bersikap di masyarakat, terlebih selama bulan ramadhan yang diyakini sebagai bulan penuh berkah.
“Mari kita saling jaga dan menghormati demi kelangsungan hidup yang lebih baik.” pungkasnya.