Menu

Mode Gelap
Polemik Perusahaan Bir Jadi Sponsor Formula E, GPMI: Ketua Panitia Jangan Tunggu Rakyat Turun ke Jalan Melakukan Penolakan !! Diskusi Corong Rakyat, Kelompok Radikal Makin Brutal Manfaatkan Isu IKN, Tunda Pemilu, Papua, Halal, Migor untuk Memperkeruh Suasana Aksi Pawai Corong Rakyat Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan IKN di Kaltim Ada yang Tanya, Memang ada Dokter Teroris ?? Banyak …. SIAPA MANIPULASI SEJARAH?

Berita · 9 Mar 2022 08:48 WIB ·

Polemik Tunda Pemilu Berbuntut Usulkan Referendum Perpendek Jabatan Presiden, Syahganda Prakarsanya


 Doc: Syahganda Nainggolan Perbesar

Doc: Syahganda Nainggolan

CRNews – Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan mengatakan, ia kerap berinteraksi dengan banyak aktivis, diantaranya Rocky Gerung, Jumhur Hidayat dan juga Ferry Juliantono.

Dikatakan Syahganda, tidak ada alasan logis jika rezim Jokowi harus ditambah masa jabatannya. Ia kemudian mengungkapkan data bahwa angka stunting Balita di Jakarta Timur menyentuh seribu kasus lebih. Di Semarang, Jawa Tengah angkanya juga menyentuh 1.367 kasus.

Dengan mengungkap data yang ia cari di media massa itu, Syahganda ingin menyatakan bahwa data itu menjadi potret kemiskinan hari ini sudah melebihi era orde baru. Sebab, saat itu kejadian stunting (busung lapar) hanya ada di Papua, Lampung dan di Rumping, Kabupaten Bogor.

Ia menilai, yang terjadi hari ini justru kebobrokan pemerintah itu dimanipulasi dengan angka survei kepuasan masyarakat yang menyentuh 73 persen.

“Ini bukan politik hope (harapan), kita harus the truth krisis hari ini jauh lebih gawat dari krisis 98, ini malah Jokowi seperti pokoknya gue mau berkuasa terus,” demikian kata Syahganda seperti dikutip dari tayangan Realita TV, Senin pagi (7/3).

Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini mengaku senang ketika muncul wacana penundaan Pemilu 2024. Dikatakan Syahganda, dengan munculnya isu perpanjangan jabatan Presiden, akan jadi momentum untuk memunculkan isu perpendekan.

Secara detail, Syahganda menjelaskan, rakyat harus menyambut ide rezim Jokowi ini dengan mengadakan referendum pada tahun ini. Ia pun mengusulkan proses referendum diawasi oleh Perserikatan Bangsa bangsa (PBB).

“Kalau saya sebagai rakyat usul diadakan referendum dengan PBB mengawasi. Kalau Jokowi yakin 73 persen mendukung bila perlu minta sampai 2050, saya yakin kalau referendum rakyat memilih Jokowi mundur tahun 2022,” demikian usulan Syahganda.

Keyakinan Syahganda rakyat pilih Jokowi mundur atas dasar beberapa hal. Saat ini, diungkapkan Syahganda minyak goreng langka, harga kedelai mahal dan masyarakat kesusahan mendapatkanya.

Pendapat Syahganda, kondisi krisis makin memburuk karena Jokowi malah ngotot membangun ibu kota negara (IKN). Menurut dia sumber uang pembangunan IKN akan didapat dari utang luar negeri.

Ia menyarankan kepada Jokowi untuk segera mengakhiri jabatannya sebagai Presiden. ‘

“Sudah cukup dong pak, apa yang kau banggakan lagi, utang lagi untuk IKN, sudahlah selesai saja di tahun 2022 dengan referendum. Kalau tidak (referendum) kita tidak bisa diuji di publik,” demikian harapan Syahganda.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pesan Kapolri ke Cipayung Plus soal Rumah Kebangsaan: Semoga Jadi Wadah untuk Jaga Persatuan dan Kesatuan Indonesia

27 June 2022 - 15:34 WIB

Polemik Perusahaan Bir Jadi Sponsor Formula E, GPMI: Ketua Panitia Jangan Tunggu Rakyat Turun ke Jalan Melakukan Penolakan !!

27 May 2022 - 07:23 WIB

Masa Jabatan Dirut PT Telkom Melebihi Ketentuan, PAPD Layangkan Gugatan Terhadap Menteri BUMN dan PT Telkom

25 May 2022 - 18:56 WIB

Klarifikasi Direktur PT MAS: Saya Pernah Jadi Lurah

2 May 2022 - 19:29 WIB

Daniel Abe, Bos DNA Pro Super Cerdas

28 April 2022 - 13:46 WIB

Elektablitas Airlangga Hartarto Kalahkan Prabowo dan Ganjar

27 April 2022 - 14:06 WIB

Trending di Berita