Menu

Mode Gelap
Demo Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Massa PMII Tuntut Pemerintah Transparan Jika Pemerintah Ngotot Naikkan Harga BBM, Aktivis Corong Rakyat: 6 September Bakal Demo Bersama Buruh, Aktivis, Mahasiswa Polemik Perusahaan Bir Jadi Sponsor Formula E, GPMI: Ketua Panitia Jangan Tunggu Rakyat Turun ke Jalan Melakukan Penolakan !! Diskusi Corong Rakyat, Kelompok Radikal Makin Brutal Manfaatkan Isu IKN, Tunda Pemilu, Papua, Halal, Migor untuk Memperkeruh Suasana Aksi Pawai Corong Rakyat Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan IKN di Kaltim

News · 15 Sep 2022 12:13 WIB ·

SDR : Usai Diperiksa Justru Anies Klaim Banyak Membantu KPK, Delusional atau Terlalu Angkuh?


 SDR : Usai Diperiksa Justru Anies Klaim Banyak Membantu KPK,  Delusional atau Terlalu Angkuh? Perbesar

Jakarta – Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menyoroti kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (07/9/2022). Kehadirannya ke Gedung Merah Putih tersebut juga terkait laporan SDR yang sebelumnya telah melaporkan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam rangkaian kegiatan Formula E.

Hari melihat ada hal menarik usai Anies diperiksa lebih dari 11 jam oleh KPK. Di areal lobby KPK, Anies terlihat leluasa melakukan konferensi pers dengan perangkat yang telah disediakan.

“Perihal fasilitas preskon ‘standing mic’ ini dibantah oleh KPK, yang menyatakan bahwa tidak ada penyediaan fasilitas. Normalnya, konferensi pers biasanya dengan metode ‘door stop’ oleh awak media.” ungkap Hari.

Selain misteri mikrofon, Hari juga menyoroti konten yang disampaikan oleh Anies.

“Cukup menarik. Dia beberapa kali menggunakan terminologi ‘membantu’. Dia juga bercerita tentang kiprahnya di dunia pemberantasan korupsi. Sejak saat menjadi Rektor di Universitas Paramadina, hingga saat memenuhi panggilan terkait Kasus Formula E.” tegas Hari.

Hari selaku pihak yang melaporkan kasus ini menyampaikan apresiasi terhadap kinerja KPK. Hari menilai, meskipun tergolong lamban namun langkah KPK masih on the track.

“Terus terang, kami semula berharap agar kasus ini tuntas jauh sebelum masa demisioner Gubernur DKI Jakarta. Kalau terlalu mepet seperti ini, kami khawatir proses penanganan dugaan korupsi Formula E akan didegradasi sebagai upaya politis menjegal Anies. Dan ini sudah kejadian, pendukung Anies menuding KPK berpolitik,” ujarnya.

Hari juga memberikan apresiasi kepada Anies yang menyempatkan hadir dalam pemeriksaan di KPK. Meski demikian, Hari menyoroti statemen Anies usai diperiksa.

“Kami sempat berspekulasi kalau Anies akan mangkir dengan sejumlah alasan. Tapi ada yang menggelitik, satu yang kami underlined adalah pernyataannya terkait ‘upayanya menghadiri pemeriksaan sebagai upaya untuk membantu KPK memperjelas isu menjadi terang benderang’,” ujar Hari.

Hari mengaku tak habis pikir dengan statemen Anies tersebut. Ia pun mengira bahwa Anies mungkin menganggap KPK mengundangnya bukan sebagai saksi, tapi pakar untuk berdiskusi.

“Entah ini merupakan refleksi keangkuhan seorang Anies yang merasa telah berjasa besar pada KPK. Bisa jadi Anies juga tengah delusi, dia merasa KPK mengundangnya sebagai pakar untuk berdiskusi. Saya ingatkan sekali lagi, dia diperiksa dalam kapasitas sebagai terlapor, karena kami melaporkan Gubernur DKI,” tandasnya.

Hari juga menyebutkan ada kata-kata yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta agar tidak dianggap “korupsi” dalam kasus Formula E yaitu “kelebihan bayar”.

“Padahal korupsi tapi dibilang kelebihan bayar, salah bayar jadi hanya cukup dikembalikan dan ini yang ketahuan. Lalu, bagaimana dengan program dan proyek yang lainnya? Kenapa hanya di DKI yang ada istilah demikian? Gubernur lain tidak berani bermain-main dengan Korupsi yang disamarkan dengan istilah-istilah miring Artinya hanya Gubernur Anies, karena keahliannya “Menata kata” bukan “Menata Kota”. Apapun istilahnya, jika tidak dapat dikembalikan artinya: Korupsi.” cecar Hari.

Hari berharap, Anies terus taat dan patuh mengikuti proses hukum. Tak perlu mengerahkan kekuatan ekstra-judicial untuk mempengaruhi penilaian KPK.

“Saya percaya dan yakin dengan profesionalitas KPK. Kalau memang tidak ada unsur, pasti akan diumumkan. Demikian pula juga ditemukan unsur korupsi, tentunya KPK akan segera melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka,” pungkasnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diskusi Corong Rakyat : Eksistensi Kelompok Radikal Manfaatkan Isu IKN, Tunda Pemilu Hingga Migor untuk Perkeruh Suasana

17 March 2022 - 22:28 WIB

Kabupaten SBT Miskin Ekstrim, Salah Siapa ???  

28 February 2022 - 15:12 WIB

Gaduh Pemilu 2024 Ditunda, Said Iqbal Nyatakan Partai Buruh Siap People Power

28 February 2022 - 14:34 WIB

Satgas Pemburu Koruptor Formula E Aksi Mobil-Mobilan di Area Sirkuit Formula E Ancol

25 February 2022 - 11:43 WIB

Dukung Pemindahan IKN, Corong Rakyat : Optimis Demi Langkah Pemerataan Ekonomi Indonesia!

13 February 2022 - 05:36 WIB

Aksi Jumat Keramat, Corong Rakyat : KPK Waktunya Gas Pol! Kasus Formula E Harus Menuju Tahap Penyidikan

13 February 2022 - 05:35 WIB

Trending di News